Artikel

Musim berganti, Nutrisi Harus tetap presisi

Wardiman S.Pt

Feed Formulator - PT. Mensana Aneka Satwa

Efisiensi saat ini hampir menjadi bahasan di sebagian kalangan masyarakat, termasuk di industri budidaya perunggasan. Efisiensi menjadi sesuatu yang harus dicapai untuk memastikan profitabilitas usaha budi daya unggas yang dijalankan sudah tercapai secara optimal. Dalam budidaya ternak unggas, efisiensi itu sendiri mengandung arti sebagai upaya untuk mencapai tingkat produktivitas tertinggi dengan memanfaatkan sumber daya yang tersedia secara optimal, baik dari sisi input seperti pakan, tenaga kerja dan lain lain maupun dari sisi output seperti produksi daging ayam dan telur

Saat ini aspek pakan menjadi titik fokus untuk dilakukan efisiensi mengingat pakan merupakan komponen biaya tertinggi dalam budi daya unggas, dan nutrisi pakan memegang peranan penting dalam produktivitas ternak unggas. Oleh karena itu, sangat penting untuk menemukan keseimbangan antara kebutuhan nutrisi ternak dan nutrisi yang disediakan dalam pakan untuk dapat memaksimalkan keuntungan

Pemberian pakan dengan nutrisi yang presisi merupakan praktik penyesuaian dan pemberian pakan yang sesuai dengan kebutuhan ternak, tidak berlebihan dan tidak kekurangan. Untuk mengurangi kesenjangan antara kandungan nutrisi dalam pakan dengan nutrisi yang dibutuhkan oleh ternak, maka perlu dilakukan formulasi pakan yang tepat dan sesuai

Gambar 1 : Ilustrasi kandang ayam layer

Gambar 1 : Ilustrasi kandang ayam layer

Jika nutrisi yang diberikan berlebihan ini nantinya akan terbuang dan tentunya dapat membebani biaya pakan karena nutrisi yang dibuang tidak menjadi output produksi yang memiliki nilai jual. Selain itu, nutrisi yang berlebih juga dapat membebani metabolisme tubuh ternak, seperti ketika kandungan protein di pakan berlebih maka akan memicu proses deaminasi yang memerlukan energi dan memicu stres metabolisme khususnya di wilayah panas karena dapat meningkatkan beban panas tubuh.

Nutrisi yang presisi merupakan dasar kesehatan, produktivitas dan profitabilitas. Menurut Moss et al., (2021) dalam mengimplementasikan konsep nutrisi yang presisi, diperlukan pemenuhan tiga persyaratan utama yang meliputi karakteristik bahan baku pakan yang digunakan, ketepatan dalam menentukan kebutuhan nutrisi harian ternak dan manajemen yang ketat dan cermat dalam pemenuhan dua persyaratan tersebut. Genetik, jenis kelamin, usia dan kondisi lingkungan harus menjadi bahan pertimbangan dalam menentukan persyaratan-persyaratan di atas

Lingkungan terutama cuaca atau musim dapat mempengaruhi kedua persyaratan dalam implementasi nutrisi yang presisi. Indonesia merupakan negara yang terletak pada garis khatulistiwa dengan iklim tropis yang mempunyai dua musim yaitu musim hujan dan musim kemarau . Suhu harian di Indonesia dapat melebihi 35°C dengan berfluktuasi antara 29°C sampai 36°C dan kelembabannya 70-80% (Hery, 2010). Pergantian musim ini menjadi tantangan dalam mempertahankan nutrisi agar tetap presisi. Musim yang berbeda dapat menghasilkan karakteristik bahan baku pakan yang berbeda baik secara kualitas maupun kuantitas

Pemantauan kualitas bahan baku pakan pada musim yang berbeda sangat penting di lakukan untuk memastikan pakan yang diberikan memiliki nutrisi yang sesuai. Hal ini tentu perlu melibatkan peran serta serangkaian uji fisik maupun uji kimia analitis. Hal ini dilakukan untuk memastikan kualitas nutrisi yang terkandung dalam bahan pakan secara real time agar pakan yang dihasilkan memiliki nutrisi yang presisi

Variabilitas nutrisi di setiap musim juga terjadi pada jagung yang menjadi bahan baku paling banyak digunakan pada pakan ternak unggas. Jagung pada musim hujan relatif memiliki kadar air yang tinggi dan kelembaban yang tinggi yang mana ini memicu ancaman berupa serangan mikotoksin. Kualitas jagung akan sangat menentukan biaya dan nutrisi dari pakan yang dihasilkan

NIRS (Near InfraRed Spectroscopy)

Saat ini kita sudah familiar dengan penggunaan Metode NIRS (Near InfraRed Spectroscopy) yang penggunaan utamanya adalah untuk memberikan masukan analitis yang akurat untuk formulasi pakan dengan mengukur kandungan nutrisi bahan baku yang akan digunakan. NIRS adalah metode analisis yang menyediakan data dan pemantauan berbagai bahan baku dan pakan secara real-time, termasuk nilai total serat makanan dan polisakarida nonpati (NSP) beserta analisis bahan. Metode ini bekerja dengan mengukur bagaimana bahan pakan menyerap dan memantulkan cahaya inframerah, sehingga memungkinkan prediksi akurat tentang komposisi kimianya. Banyak feedmill juga menggunakan instrumen NIRS untuk analisis dalam proses dan verifikasi kualitas produk jadi. Hal ini diperlukan untuk menyesuaikan formulasi pakan dengan pasti, memastikan ternak menerima nutrisi yang dibutuhkan untuk pertumbuhan dan produksi yang optimal. Selain itu untuk menjaga biaya tetap terkendali. Mengoptimalkan formulasi pakan membantu mengurangi limbah dan menurunkan jejak karbon produksi pakan, untuk keuntungan keberlanjutan yang lebih besar

Gambar 3. Pengaruh Nutrisi dan Manajemen Pakan Terhadap Produksi (Bryden et al, 2021)

Gambar 3. Pengaruh Nutrisi dan Manajemen Pakan Terhadap Produksi (Bryden et al, 2021)

Pergantian musim dari penghujan ke kemarau seringkali mendatangkan sejumlah tantangan diantaranya berupa cekaman panas. Pada musim kemarau ternak unggas relatif lebih mudah mengalami cekaman panas. Periode suhu lingkungan yang tinggi yang seringkali disertai dengan kelembapan relatif yang tinggi, biasa terjadi pada bulan-bulan musim kemarau. Cekaman panas dapat sangat mempengaruhi produktivitas ternak. Pada suhu lingkungan di atas 33°C, kematian yang tinggi dan penurunan produksi yang tinggi sudah bisa diidentifikasi, tetapi pada suhu yang tidak terlalu ekstrem, tekanan panas sering diabaikan sebagai penyebab pertumbuhan yang buruk atau penurunan produksi telur dan kualitas kerabang yang tidak kentara

Cekaman panas ini sudah pasti mempengaruhi kebutuhan nutrisi dan manajemen lainnya agar ternak masih dapat mempertahankan produktivitasnya. Sehingga kebutuhan nutrisi pada saat ayam terkena cekaman panas harus diperhatikan secara seksama dan tentunya ini menjadi tantangan untuk mempertahankan nutrisi pakan yang presisi. Paparan terhadap stressor panas akan sangat mempengaruhi kebutuhan nutrisi (Lay et al., 2011). Penyesuaian kebutuhan energi menjadi salah satu yang diperlukan untuk menghadapi perubahan suhu lingkungan (GfE 1999). Energi pakan tambahan ini sangat diperlukan untuk pembuangan panas tubuh ketika suhu lingkungan melebihi 22°C (Bryden et al., 2021). Energi dan mikronutrien tambahan ini diperlukan untuk memenuhi biaya biologis respons imun atau neuroendokrin terhadap stresor. Jika kebutuhan nutrisi ini tidak terpenuhi, maka produktivitas ayam akan terganggu (Husband dan Bryden 1996; Klasing 2007)

Terdapat banyak strategi yang tersedia untuk mengurangi cekaman akibat panas (Lin et al., 2006) dan nutrisi selalu menjadi pertimbangan penting. Salah satu dampak dari cekaman panas adalah terjadinya penurunan konsumsi pakan. Kebutuhan mendesak adalah mengatasi dampak dari berkurangnya asupan pakan dan menyesuaikan kepadatan energi dan protein. (Balnave dan Brake 2005). Disarankan agar ayam yang mengalami stres akibat panas diberi pakan yang kepadatan energinya dipenuhi dari penambahan lemak daripada protein, karena panas metabolisme yang dihasilkan untuk mencerna protein melebihi energi yang dibutuhkan untuk mencerna lemak. Rekomendasi pakan khusus juga dapat dilakukan dengan rasio arginin : lisin yang lebih tinggi (Balnave dan Brake 2002)

Gambar 4: Dampak stres panas pada sambungan ketat dan integritas usus pada unggas

Cekaman panas juga memberikan dampak negatif terhadap beberapa organ khususnya organ usus. Usus memainkan peran utama dalam transportasi nutrisi, pencernaan, dan penyerapan, namun sangat rentan dan responsif terhadap cekaman panas. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa stres panas mengubah permeabilitas usus (Matter dan Balda, 2007), sekresi sitokin proinflamasi dan neurotransmiter di usus dan otak, dengan dampak yang mendalam pada fisiologi usus (Bailey et al., 2011), menimbulkan kerusakan dan peradangan serta perubahan mikrostruktur mukosa usus (Wallin et al., 2002). Pengendalian mikrobiota pathogen pada usus harus di lakukan untuk mencegah peradangan yang parah akibat masuknya mikroba pathogen ke dalam aliran darah. Alternatif pengganti AGP sangat diperlukan pada kasus ini untuk memelihara kesehatan usus tetap terjaga agar penyerapan nutrisi menjadi optimal dan kebutuhan nutrisi ayam terpenuhi

Produktivitas ayam sangat bergantung pada nutrisi yang di konsumsinya. Dengan mempertimbangkan aspek biaya dan juga produktivitas, maka pemberian nutrisi yang presisi merupakan praktik yang harus di penuhi. Mengetahui karakteristik nutrisi bahan baku yang digunakan, ketepatan dalam mengestimasi kebutuhan nutrisi harian ayam, dan menjaga kesehatan saluran cerna menjadi kunci nutrisi tetap presisi di sepanjang musim

Gambar 5: Produk Masamix Mensana

PT. Mensana Aneka Satwa terus berkomitmen untuk terus mendampingi para peternak dalam mencapai produktivitas yang optimal. Mensana memiliki laboratorium NIRS yang bisa membantu peternak, khususnya yang melakukan self mixing dalam menganalisa bahan baku secara realtime sehingga formulasi yang dibuat memiliki kandungan nutrisi yang presisi. PT Mensana Aneka Satwa juga menyediakan produk premix Masamix KWS dengan kandungan multivitamin, asam amino, trace mineral dan berbagai macam feed additive lain untuk membantu mencapai nutrisi yang presisi dengan produktivitas yang optimal. Sukses untuk kita semua

Tanya Kami